Headlines News :
Home » » Budidaya Cabai Paprika Sistem Hidroponik

Budidaya Cabai Paprika Sistem Hidroponik

Written By leni nurainal on Jumat, 14 Februari 2014 | 22.41

Budidaya Cabai Paprika Sistem Hidroponik
Negara Indonesia merupakan negara agraris, dimana di negara kita ini banyak ditumbuhi berbagai macam vegetasi, baik itu buah-buahan, palawija, sayur-sayuran dan berbagai macam vegetasi yang lain. Dari sekian banyak vegetasi yang tumbuh di indonesia, salah satunya adalah cabai paprika.

Cabai paprika merupakan komoditas sayuran yang penting yang tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari. Warnanya yang menarik dan beraneka ragam menjadikan banyak orang tertarik untuk memakan dan membudidayakannya. Cabai paprika tidak hanya digunakan untuk konsumsi rumah tangga saja, tetapi juga menjadi aneka jenis industri pengolahan. Pemanfaatannya menjadi bahan baku industri menjadikan cabai paprika sebagai komoditas yang bernilai ekonomi tinggi dan mempunyai peluang bisnis yang cerah.

Cabai paprika sering dimanfaatkan untuk keperluan pangan sebagai bumbu masakan. Selain itu cabai paprika juga digunakan dalam industri farmasi dalam membuat ramuan obat-obatan, kosmetik, bahan pewarna makanan, serta bahan campuran pada berbagai industri pengolahan makanan dan minuman. Selain itu paprika juga merupakan penghasil minyak astiri.

Sedangkan sistem hidroponik merupakan suatu sistem pertanian tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya, tetapi dengan air yang mengandung nutrisi atau menggunakan air berisi larutan nutrisi yang di lakukan di green house.

Adapun keuntungan budidaya menggunakan sistem hidroponik yaitu :
- Kepadatan tanaman persatuan luas dapat dilipat gandakan sehingga menghemat penggunaan lahan.
- Mutu produk (bentuk, ukuran, warna, kebersihan) dapat dijamin karena kebutuhan nutrient dipasok secara terkendali di dalam green house.
- Tidak tergantung musim, waktu tanam dan panen dapat diatur sesuai dengan kebutuhan pasar.

A. Persiapan Sarana Produksi
Di dalam budidaya tanaman cabai paprika sistem hidroponik ketersediaan alat sangat berpengaruh dalam kegiatan budidayanya. Semakin baik alat yang di gunakan maka semakin baik pula kegiatan budidayanya.

Adapun alat dan mesin yang di gunakan dalam membudidayakan tanaman cabai paprika sistem hidroponik antara lain :
- Tong besar ( torn) kapasitas 1000 liter sebanyak 6 buah.
- Tong kecil ( jemblung) kapasitas 120 liter 4 buah.
- Zet pump
- Pipa paralon
- Saringan air
- Selang sambungan leter L
- Selang tersier
- Selang nepel
- Selang springkel
- Stik
- Tutup selang tersier
- Selang infus
- Power sepprayer
- Kontainer
- Hand sprayer
- Sapu
- Roda
- Pinset
- Tray
- Baki
- Spons
- Tissue
- Pupuk
- Benih
- Pestisida
- Green house

B. Proses Budidaya
Dalam memproduksi benih kacang kedelai, ada beberapa kegiatan yang harus dilaksanakan, diantaranya :

1. Persiapan Lahan / Green House
Budidaya tanaman cabai paprika sistem hidroponik di lakukan di dalam bangunan (green house). Oleh karena itu sebelum kita melakukan budidaya tanaman cabai paprika hidroponik kita harus mempersiapkan sarana dan prasarana dengan sangat baik, salah satunya dengan mempersiapkan green house.

Adapun kriteria untuk lokasi green house yang baik adalah :
- Intensitas cahaya yang cukup tinggi pada musim hujan
- Suhu yang cukup mendukung dalam arti tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin
- Dekat dengan pusat keramaian atau pasar
- Dekat dengan sumber air yang baik dan cukup sepanjang tahun
- Dekat dengan instalasi listrik
- Tempat harus datar dan tidak memiliki kemiringan
- Dekat dengan sarana penunjang.

Selain itu, green house juga harus dilengkapi dengan alat irigasi, untuk alat-alat irigasinya biasa di simpan di banguan khusus yang di sebut dengan gudang irigasi. Saluran irigasi ini di mulai dari torn besar – zet pump – saringan air – pipa paralon – selang sambungan – selang tersier – selang nepel – selang springkel – stik.

Di samping itu kita juga harus mempersiapkan arang sekam. Arang sekam ini merupakan bahan untuk media tanam atau berfungsi sebagai pengganti tanah. Oleh karena itu arang sekam harus steril karena akan sangat berpengaruh untuk pertumbuhan cabai paprika.

Media arang sekam ini di pilih karena mempunyai keunggulan-keunggulan sebagai berikut :
- Porusitasnya baik
- Mudah dalam perolehan bahan baku
- Proses pembuatannya mudah
- Porus atau ringan

Dalam pembuatan arang sekam yang harus kita perhatikan adalah jangan sampai menggunakan air kotor pada waktu penyiraman dan jangan sampai arang sekam tersebut berubah menjadi abu.

2. Persemaian
Sebelum kita melakukan penanaman di green house benih harus di semaikan terlebih dahulu. Persemaian di bagi menjadi dua tahap, ada persemaian pertama dan persemaian kedua ( pendederan semai ) yang di lakukan pada media arang sekam.

a. Persemaian pertama
1. Perlakuan benih ( seed treatment )
- Langkah awal rendam benih terlebih dahulu dengan air hangat selama 24 jam.
- Tiriskan benih dan kemudian masukan lagi ke dalam larutan fungisida yang bertujuan untuk prefentif ( pencegahan awal ) dan sekaligus di campur lartan ZPT ( zat perangsang tubuh ) dengan lama perendaman kurang lebih 15 menit dengan dosis fungisida 0,5 gr/liter air dan dosis ZPT 0,5 cc/liter air
2. Setelah kegiatan perlakuan benih selesai pasangkan tisu pada dasar baki
3. Masukan media arang sekam kedalam baki atau trey dengan ketebalan kurang lebih 5-6 cm
4. Kemudian masukan biji kedalam trey dengan kedalaman 0,5cm
5. Lalu tutup lagi dengan arang sekam dengan ketebalan 0,5 cm
6. Tutup lagi dengan tissue lalu semprot dengan air sampai lembab

Lama usia untuk persemaian pertama berkisar antara 13-15 hari. Untuk persemaian pertama pemeliharaannya hanya sebatas penyiraman saja. Itu semua dilakukan untuk menjaga kelembaban tanaman. Interval penyiraman untuk persemaian yaitu 1-3 kali sehari di sesuaikan dengan suhu atau cuaca.

b. Persemaian Kedua ( Pendedaran Semai )
1. Masukan sekam kedalam polybag yang telah disediakan
2. Lalu siram sekam dengan air bersih hingga benar-benar jenuh
3. Setelah itu semprot dengan Fungisida
4. Kemudian buat lubang tanam ( 2 lubang / 1 polybag )
5. Terakhir angkat benih dari trey dengan hati-hati meggunakan pinset yang steril. Lalu masukan dalam lubang tanam yang telah di buat.

Pada tahap persemaian kedua, kegiatan pemeliharaan tidak hanya sebatas penyiraman saja seperti pada persemaian pertama, akan tetapi pemeliharaannya mencakup pemberian nutrisi A & B Mix dengan interval waktu pemberian 3 kali sehari, dengan dosis 100 liter air bersih di campur dengan menggunakan emrat. Sedangkan untuk memproteksi tanaman dari hama dan penyakit biasanya menggunakan dengan pestisida atau fungisida di sesuai kan dengan hama yang menyerang. Adapun lama untuk persemaian kedua yaitu berkisar 1 bulan.

3. Persiapan tanam dan Penanaman
a. Sterilasasi Lahan
Sebelum kita melaksanakan kegiatan penanaman terlebih dahulu kita harus melakukan sterilisasi lahan. Sterilisasi lahan ini bertujuan untuk membebaskan lahan yang akan ditanami dari kuman dan penyakit. Ada pun bahan-bahan yang digunakan untuk sterilisasi lahan adalah air bersih dan bahan kimia.

Untuk penggunaan bahan kimia yang digunakan adalah pormalin dengan dosis 5 cc/liter dengan cara disemprotkan ke dalam ruangan dan apa bila kita akan melakukan penanaman periode kedua terlebih dahulu kita harus membersih kan plastic UV bagian atas dengan cara di gosok dengan lap sambil di semprotkan dengan air bersih.

b. Persiapan Sleep
Sleep merupakan media tanam yang berisi arang sekam dan berpungsi sebagai bantalan polybag tanaman yang disimpan di atas guludan yang telah tersedia.
Jarak antara sleep dan guludan yaitu 20 – 25 cm, setiap sleep dilubangi dengan ukuran 10x10 cm dan jarak antara lubang 45 cm. satu sleep dibautkan 2 lubang bantalan.
Dan sebelum melakukan penanaman tiap lubang di semprot terlebih dahulu dengan fungisida untuk mencegah adanya virus dan penyakit.

c. Cara tanam
Apabila semua persiapan lahan telah selesai, langkah selanjutnya adalah melakukan penanaman. Pertama-tama siapkan bibit yang siap tanam, pindahkan bibit dari persemaian ke lahan yang akan di tanam, sebelum ditanam kedalam sleep, poly bagbagian bawahnya dipotong untuk mempermudah perakaran nanti, dan diusahakan arang sekam yang ada dalam polybag tidak keluar, lalu masukan pada lubang yang ada dalam sleep.

4. Pemberian Larutan Nutrisi
Pemberian nutrisi pada budidaya cabai paprika sistem hidroponik menggunakan sistem irigasi tetes yaitu dengan aplikasi sebagai berikut :
- Pertama larutkan masing-masing nutrisi dengan air bersih takaran 90 liter, jadi masing-masing 90 liter nutrisi A dan 90 liter nutrisi B. Larutan yang sudah tercampur rata dengan nutrisi disebut larutan pekat.
- Kemudian isi toren kapasitas 1000 liter dengan air bersih, takaran pemberian nutrisi untuk tanaman cabai paprika adalah 1000 liter air bersih di campur dengan larutan nutrisi pekat sebanyak 4 liter.
- Masing-masing tanaman di berikan nutrisi dengan dosis 100 cc / tanaman. Interval waktu pembarian nutrisi setiap 3 jam sekali, yakni pukul 07.00, pukul 10.00, pukul 13.00, pukul 15.00.

Dosis nutrisi di berikan di sesuaikan dengan keadaan cuaca, apabila cuaca cerah / panas dosis ditambah kan, dan apabila cuaca lembab dosis dikurangi.

5. Pemilihan Cabang Utama
Setiap pohon paprika hanya di pilih 2 cabang utama, pemilihan cabang utama ini bisa dilakukan setelah tanaman berumur 3 MST, hal ini bertujuan untuk mengatur gerak tumbuhan dan mengurangi respirasi. Untuk cabang atau tunas yang tidak terpilih bisa di potong dan di buang.

6. Pelilitan Dengan Benang
Pelilitan dengan benang berfungsi sebagai turus atau pengikat tanaman supaya tidak rubah. Pelilitan dilakukan dengan arah lilitan jarum jam dan di usahakan pelilitan dilakakukan pada ketiak tanaman. Untuk waktu pelilitan yaitu berkisar antara 3-4 MST.

7. Pewiwilan
Pewiwilan adalah pembuangan tunas-tunas air yang tidak produktif dan juga membaung bunga-bunga yang tidak diinginkan. Semua itu bertujuan untuk lebih mengefisienkan suflay makanan atau nutrisi yang di serap tanaman sehingga pertumbuhan tanaman jadi optimal.

Pewiwilan dilakukan setelah tanaman berusi 3-4 MST dengan durasi pemwiwilan 3-5 hari sekali, tergantung pada kondisi pertumbuhan tunas. Dalam pemwiwilan setiap step batang tanaman hanya di sisakan 4 helai daun yang baik saja.

8. Seleksi dan Pemeliharaan Buah
Seleksi pemeliharaan buah dilakukan setelah tanaman berumur 6-8 mst atau disesuaikan dengan kondisi buah. Tujuan yaitu untuk menghindari resiko kegagalan pada waktu panen. Adapun kriteria buah yang di buang yaitu :
- Buah cacat
- Lembek ketika di pegang
- Bentuk tidak berukuran
- Abnormal
- Mengandung hama dan penyakit
- buah yang ada pada cagak cabang utama

9. Pembersihan Gulma / Pembersiha Green House
Kegiatan ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi, selain itu pembersihan gulma / penyelangan sering dilakukan bersama dengan pembersihan green house yaitu dengan cara di sapu.

10. Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit juga disesuaikan dengan situasi dan kondisi tanaman. Para petani biasanya menggunakan 3 cara yaitu sebagai berikut:
- Secara fisik.
- Secara umum
- Secara eradikasi

11. Pemeliharaan Alat Irigasi
Pemeliharaan dilakukan dengan cara membersihkan saluran-saluran irigasi dengan mengalirkan air bersih kedalam saluran-saluran tersebut sambil dibuka stik nya dan stik di sikat sampai bersih.

C. Pemungutan Hasil/ Panen
Pemanenan pada tanaman paprika dilakukan setelah tanaman berumur 9 MST. Untuk panen biasanya disesuaikan dengan permintaan konsumen atau kebutuhan pasar.

Adapun criteria cabai paprika yang siap di panen adalah sebagai berikut :
- bentuk buah ideal dengan diameter 7-12 cm
- bentuk normal
- warna sempurna (sesuai permintaan)

Cara panen yang sering digunakan yaitu di petik satu persatu dengan menggunakan tangan atau bisa juga dengan pisau atau gunting. Pemanenan harus diakukan secara hati-hati.

D. Pengolahan Hasil / Pasca Panen
Untuk pasca panen meliputi beberapa kegiatan sebagai berikut :

1. Pengumpulan Hasil
Setelah panen dilakukan, maka kegiatan selanjutnya adalah kegiatan pengumpulan hasil. Semua hasil panen dikumpulkan di suatu tempat untuk kemudian dilakukan kegiatan yang lainnya.

2. Sortasi
Sortasi dilakukan dengan cara manual, kegiatan ini bertujuan untuk memisahkan antara hasil panen yang baik dan yang buruk.

3. Treamin (Pembersihan Buah)
Agar harga cabai paprika lebih mahal di pasaran, maka perku di adakan kegiatan treaming / pembersihan buah. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan menggunakan air yang mengalir agar paprika menjadi lebih higienis.

4. Grading
Grading adalah kegiatan pengkelasan, tujuan adanya kegiatan ini adalah memisahkan produk berdasarkan bentuk, ukuran diameter dan panjangnya.

5. Pengangkutan
Kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan produk ke pasar, para pengecer dan konsumen.

E. Pemasaran
Tujuan akhir dari serangkaian kegiatan budidaya cabai paprika sistem hidroponik ini adalah pemasaran. Pemasaran adalah proses menjual hasil produksi pertanian dari produsen ke konsumen sesuai dengan harga yang telah di tentukan produsen. Adapun proses pemasaran cabai paprika ini tidaklah sulit, kita dapat melakukan pemasaran dengan cara mendistribusikannya ke toko-toko pesar, para pengecer dan bisa langsung kepada para konsumen.

Itulah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam memproduksi cabe paprika sistem hidroponik, penggunaan bibit yang unggul, pemeliharaan yang intensif dan pengolahan pasca panen yang baik merupakan kunci utama untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Tidak sulit kan ?

Untuk itu mari kita coba untuk memperaktekan paket teknologi tersebut agar kita dapat ikut serta membangun pertanian Indonesia khususnya di bidang pengadaan cabai paprika.

Budidaya Cabai Paprika Sistem Hidroponik
Budidaya Cabai Paprika Sistem Hidroponik
Budidaya Cabai Paprika Sistem Hidroponik
Budidaya Cabai Paprika Sistem Hidroponik
Rating Artikel : 5 Jumlah Voting : 99 Orang
Share this article :

4 komentar:

  1. duh ahai terlaLU RUMIT NHI NGA ADA YG AGAK SIMPLE NHI

    BalasHapus
    Balasan
    1. budidaya cabai pafrika memang sangat rumit, serumit menghitung keuntungan yang nanti akan diperoleh karena terlalu banyak :)

      Hapus
  2. bagus,, tidak mengerti sepenuhnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau bukan petani aslinya tentulah susah untuk dipahami :)

      Hapus

 

Copyright © 2011. Leny Blogs - All Rights Reserved

Proudly powered by Blogger